Senin, 29 November 2010

mantenan ala sumenep


Upacara merupakan acara paling sakral dalam kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa indonesia terdiri dari beberapa suksu bangsa,  Agama, adat istiadat yang berbeda, dengan latar belakang budaya yang beraneka ragam. Masing-masing daerah mempunyai tata cara tersendiri tak terkecuali dalam prosesi perkawinan, baik jawa, sumatera, kalimantan, dan madura pada umumnya. Pada upacara perkawinan biasanya kedua mempelai dirias berbusana secara khusus.
Berbeda apa yang mereka pakai pada pesta-pesta resepsi sehari-hari. Tata rias dan busana pengantin menjadi perhatian. Masyarakat dan khususnya para tamu yang hadir dalam pesta itu.  Oleh karena itu, hal yang demikian itu ternyata dilakukan oleh suku bangsa Madura pada umumnya dan Sumenep sendiri pada khususnya.
pakaian pengantin dan alat-alat rias disediakan secara khusus serta pemakainya mempunyai tata cara dan aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi, maka salah satu harapan tata rias akan berhasil  yaitu pengantin akan kehilatan (benne bahasa Madura) atau pengantin wanita akan tampak lebih cantik dan anggun, pengantin pria tampan tampan. Tata rias pengantin kecuali mengandung keindahan (estetis) religius dan ada kalanya mengandung arti simbolis serta fungsi dalam kehidupan masyarakat.
Prosesi Adat (Lamaran)
Sebelum dilakukan lamaran biasanya dimadura didahului dengan adanya :
1. NGANGINI (Memberi Angin / Memberi Kabar)
2. ARABAR PAGAR ( Membabat pagar / Perkenalan antar orang tua)
3. Alamar Nyabe’ JAJAN ( Melamar)
4. ATER TOLO ( Mengantar perlengkapan kecantikan, beras, kue, dan baju untuk kepentingan lebaran)
5. NYEDEK TEMO ( Menentukan hari H perkawinan)
Kalau pelaksanaan ingin dipercepat, biasanya dilengkapi dengan pisang susu yang berarti kesusu, jangan lupa sirih dan pisang. Lalu seperangkat pakaian dan ikat pinggang (stagen) yang berarti anak gadinya sudah ada yang mengikat.
Setelah bawaan dari pihak laki-laki digelar diatas meja didepan para tamu sambil dibuka tutupnya untuk disaksikan isinya oleh para pini sepuh ( Sesepuh). Tetapi semua barang yang dibawa disesuaikan dengan kemapuan dari pihak laki-laki.
Setelah adanya penyerahan oleh-oleh tersebut dibawa masuk . Pada pertengahan acara pihak laki-laki supaya anak gadisnya diperkenalkan. Lalu disuruh sungkem kepada calon suami dan pini sepunya yang sudah siap dengan aplop yang berisi uang untuk diberikan kepada calon matunya.
Setelah tamu pulang maka oleh-oleh dikeluarkan lagi untuk dibagikan kepada pini sepuh, sanak famili serta tetangga dekat, untuk memberi tahu anak gadisnya sudah bertunangan. Pada malam harinya calon mantu laki-laki diantar kerabat untuk berkenalan dengan calon mertuanya.
Seminggu kemudian pihak perempuan mengadakan kunjungan balasan dengan membawa nasi lengkap dengan lauk-pauknya antara lain: Hidangan nasi: 6 piring karang benaci ( ikan kambing yang dimasak kecap), 1 waskom gulai kambing, 6 piring ikan kambing masak putih, 6 piring masak ikan ayam masak merah, 6 sisir sate yang besar-besar (1 sisi 10 tusuk), 2 sisir pisang raja.
Balasan jajan untuk untuk calon mantu laki-laki terdiri dari satu tenon nasi lengkap dengan lauknya. Setelah acara lamaran ini maka resmilah pertunangan anak gadisnya dan anak mantunya.
ACARA SEBELUM DAN PADA SAAT PERKAWINAN
SEBELUM PERKAWINAN
Perawatan untuk calon mempelai wanita, 40 hari sebelum melangsungkan pernikahan mempelai wanita Madura sudah dipingit artinya dilarang meninggalkan rumah. dalam masa ini biasanya calon mempelai wanita melakukan perawatan tubuh dengan:
1. Meminum Jamu Ramuan Madura
2. Untuk Perawatan Kulit menggunakan:
1. Bedak Penghalus kulit
2. Bedak dingin
3. Bedak mangir wangi
4. Bedak kamoridhan
5. Bedak bida, yang berkhasiat :
- Menjaga Kesehata kulit
-  Menghaluskan Kulit Muka
-  Menjadikan Kulit kuning langsat
-  Menghilangkan bau badan. dll.
3. Menghindarkan Makanan yang banyak mengandung air misalnya buah-buahan (nanas, mentimun, pepaya ) perawatan rambut menggunakan wangi-wangian.
SAAT PERKAWINAN
Pada saat melangsungkan pernikahan calon mempelai pria menggunakan BESKAIC BLANKON, dan KAIN PANJANG dengan diiringi orang tua, pini sepuh dan kerabat keluarga.
Sedangkan untuk calon mempelai wanita menggunakan kebaya dan kain pangjang. Upacara akad nikah dilaksanakan oleh penggulu dengan dua orang saksi (ijab kabul) dengan disaksikan oleh para undangan yang pada umumnya dengan mas kawin Al Quran dan Sajadah (Bentuk apa saja menurut kehendak) dan selanjutnya dengan syukuran bersama. Maka resmilah anak gadinya menjadi istri dari anak keluarga laki-lakinya. Kemudian mempelai laki-laki pulang dulu kerumahnya dilanjutkan dengan acara resepsi pada malam harinya.
RESEPSI PERKAWINAN
Tata rias penganten Sumenep ada 3 macam:
1. Penganten Malam Pertama : Rias Lega
2. Penganten Malam Kedua     : Rias Kapotren
3. Pengaten Malam Ketiga        : Rias Lilin
1. Resepsi Malam Pertama
Pada malam resepsi pernikahan kedua mempelai datang ketempat resepsi dengan diiringi oleh perias dan pini sepuh beserta kerabat atau diantar oleh paman mempelai wanita memasuki ruang resepsi. Kemudian dilanjutkan dengan upacara muter duleng yaitu penganten wanita duduk bersila pada sebuah baki besar dengan membelakangi arah datangnya mempelai pria. Penganten pria berjalan jongkok menuju penganten wanita dan memutar baki sampai berhadapan dengan artian bahwa pengaten pria telah siap memuta roda tumah tangga.
Sesudah penganten pria memegang ubun-ubun pengaten wanita dengan mengucap “AKU ADALAH SUAMIMU DAN ENGKAU ADALAH ISTRIKU” kemudian penganten wanita diajak menuju pelaminan dengan menggunakan pakaian adat (LEGA). Sedangkan undangan adalah para pini sepuh , handai taulan dan semua sanak saudara serta para kerabat dari kedua belah pihak.
2. Resepsi Malam Kedua
Pada malam kedua busana manten adalah KAPUTREN dan undangan dari pini sepuh dan kalangan dekat saja.
3. Resepsi Malam Ketiga
Pada malam ketiga ini penganten menggunakan rias lilin dengan kebaya putih dengan hiasan melati menandakan lambang kesucian dan merupakan malam pertama untuk penganten. Pada hari yang keempat penganten sudah melakukan kunjugan keluarga mertua dan sanak famili, dan penganten wanita setiap kali berkunjung selalu mendapat ONTALAN yaitu dengan pemberian uang dan ucapan

0 komentar:

Posting Komentar

 

Linda Maulida Wardiningrum Copyright © 2008 Black Brown Art Template designed by Ipiet's Blogger Template