Senin, 29 November 2010

curahan hati mbol

0 komentar
tgnqw kaku saat kan menuangkan tinta
menuangknx pd scrik kertas.
khayal it menghlg, pergi nth kmana
kenapa dngn hdupqw


hx AIR MATA
YG BS DIUNGKAP

SMUAX trkubur dalam :,-(

kepakan syap nie mengepak lbh cpt
brhrp menemukn cmuXA

Smua musnah, qw gagal,
smuax sdh perg, menghlg jauh

haxa tersisa kenangan
dan serpihan rantai yg sempt menahanx

qw t' th lg hrus bgaimana
qw t ingn dia trluk,
mk qw akan ttap trsxum untukx
meski dlm perih


PERIH YANG MENDALAM . . . . . .

mantenan ala sumenep

0 komentar
Upacara merupakan acara paling sakral dalam kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa indonesia terdiri dari beberapa suksu bangsa,  Agama, adat istiadat yang berbeda, dengan latar belakang budaya yang beraneka ragam. Masing-masing daerah mempunyai tata cara tersendiri tak terkecuali dalam prosesi perkawinan, baik jawa, sumatera, kalimantan, dan madura pada umumnya. Pada upacara perkawinan biasanya kedua mempelai dirias berbusana secara khusus.
Berbeda apa yang mereka pakai pada pesta-pesta resepsi sehari-hari. Tata rias dan busana pengantin menjadi perhatian. Masyarakat dan khususnya para tamu yang hadir dalam pesta itu.  Oleh karena itu, hal yang demikian itu ternyata dilakukan oleh suku bangsa Madura pada umumnya dan Sumenep sendiri pada khususnya.
pakaian pengantin dan alat-alat rias disediakan secara khusus serta pemakainya mempunyai tata cara dan aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi, maka salah satu harapan tata rias akan berhasil  yaitu pengantin akan kehilatan (benne bahasa Madura) atau pengantin wanita akan tampak lebih cantik dan anggun, pengantin pria tampan tampan. Tata rias pengantin kecuali mengandung keindahan (estetis) religius dan ada kalanya mengandung arti simbolis serta fungsi dalam kehidupan masyarakat.
Prosesi Adat (Lamaran)
Sebelum dilakukan lamaran biasanya dimadura didahului dengan adanya :
1. NGANGINI (Memberi Angin / Memberi Kabar)
2. ARABAR PAGAR ( Membabat pagar / Perkenalan antar orang tua)
3. Alamar Nyabe’ JAJAN ( Melamar)
4. ATER TOLO ( Mengantar perlengkapan kecantikan, beras, kue, dan baju untuk kepentingan lebaran)
5. NYEDEK TEMO ( Menentukan hari H perkawinan)
Kalau pelaksanaan ingin dipercepat, biasanya dilengkapi dengan pisang susu yang berarti kesusu, jangan lupa sirih dan pisang. Lalu seperangkat pakaian dan ikat pinggang (stagen) yang berarti anak gadinya sudah ada yang mengikat.
Setelah bawaan dari pihak laki-laki digelar diatas meja didepan para tamu sambil dibuka tutupnya untuk disaksikan isinya oleh para pini sepuh ( Sesepuh). Tetapi semua barang yang dibawa disesuaikan dengan kemapuan dari pihak laki-laki.
Setelah adanya penyerahan oleh-oleh tersebut dibawa masuk . Pada pertengahan acara pihak laki-laki supaya anak gadisnya diperkenalkan. Lalu disuruh sungkem kepada calon suami dan pini sepunya yang sudah siap dengan aplop yang berisi uang untuk diberikan kepada calon matunya.
Setelah tamu pulang maka oleh-oleh dikeluarkan lagi untuk dibagikan kepada pini sepuh, sanak famili serta tetangga dekat, untuk memberi tahu anak gadisnya sudah bertunangan. Pada malam harinya calon mantu laki-laki diantar kerabat untuk berkenalan dengan calon mertuanya.
Seminggu kemudian pihak perempuan mengadakan kunjungan balasan dengan membawa nasi lengkap dengan lauk-pauknya antara lain: Hidangan nasi: 6 piring karang benaci ( ikan kambing yang dimasak kecap), 1 waskom gulai kambing, 6 piring ikan kambing masak putih, 6 piring masak ikan ayam masak merah, 6 sisir sate yang besar-besar (1 sisi 10 tusuk), 2 sisir pisang raja.
Balasan jajan untuk untuk calon mantu laki-laki terdiri dari satu tenon nasi lengkap dengan lauknya. Setelah acara lamaran ini maka resmilah pertunangan anak gadisnya dan anak mantunya.
ACARA SEBELUM DAN PADA SAAT PERKAWINAN
SEBELUM PERKAWINAN
Perawatan untuk calon mempelai wanita, 40 hari sebelum melangsungkan pernikahan mempelai wanita Madura sudah dipingit artinya dilarang meninggalkan rumah. dalam masa ini biasanya calon mempelai wanita melakukan perawatan tubuh dengan:
1. Meminum Jamu Ramuan Madura
2. Untuk Perawatan Kulit menggunakan:
1. Bedak Penghalus kulit
2. Bedak dingin
3. Bedak mangir wangi
4. Bedak kamoridhan
5. Bedak bida, yang berkhasiat :
- Menjaga Kesehata kulit
-  Menghaluskan Kulit Muka
-  Menjadikan Kulit kuning langsat
-  Menghilangkan bau badan. dll.
3. Menghindarkan Makanan yang banyak mengandung air misalnya buah-buahan (nanas, mentimun, pepaya ) perawatan rambut menggunakan wangi-wangian.
SAAT PERKAWINAN
Pada saat melangsungkan pernikahan calon mempelai pria menggunakan BESKAIC BLANKON, dan KAIN PANJANG dengan diiringi orang tua, pini sepuh dan kerabat keluarga.
Sedangkan untuk calon mempelai wanita menggunakan kebaya dan kain pangjang. Upacara akad nikah dilaksanakan oleh penggulu dengan dua orang saksi (ijab kabul) dengan disaksikan oleh para undangan yang pada umumnya dengan mas kawin Al Quran dan Sajadah (Bentuk apa saja menurut kehendak) dan selanjutnya dengan syukuran bersama. Maka resmilah anak gadinya menjadi istri dari anak keluarga laki-lakinya. Kemudian mempelai laki-laki pulang dulu kerumahnya dilanjutkan dengan acara resepsi pada malam harinya.
RESEPSI PERKAWINAN
Tata rias penganten Sumenep ada 3 macam:
1. Penganten Malam Pertama : Rias Lega
2. Penganten Malam Kedua     : Rias Kapotren
3. Pengaten Malam Ketiga        : Rias Lilin
1. Resepsi Malam Pertama
Pada malam resepsi pernikahan kedua mempelai datang ketempat resepsi dengan diiringi oleh perias dan pini sepuh beserta kerabat atau diantar oleh paman mempelai wanita memasuki ruang resepsi. Kemudian dilanjutkan dengan upacara muter duleng yaitu penganten wanita duduk bersila pada sebuah baki besar dengan membelakangi arah datangnya mempelai pria. Penganten pria berjalan jongkok menuju penganten wanita dan memutar baki sampai berhadapan dengan artian bahwa pengaten pria telah siap memuta roda tumah tangga.
Sesudah penganten pria memegang ubun-ubun pengaten wanita dengan mengucap “AKU ADALAH SUAMIMU DAN ENGKAU ADALAH ISTRIKU” kemudian penganten wanita diajak menuju pelaminan dengan menggunakan pakaian adat (LEGA). Sedangkan undangan adalah para pini sepuh , handai taulan dan semua sanak saudara serta para kerabat dari kedua belah pihak.
2. Resepsi Malam Kedua
Pada malam kedua busana manten adalah KAPUTREN dan undangan dari pini sepuh dan kalangan dekat saja.
3. Resepsi Malam Ketiga
Pada malam ketiga ini penganten menggunakan rias lilin dengan kebaya putih dengan hiasan melati menandakan lambang kesucian dan merupakan malam pertama untuk penganten. Pada hari yang keempat penganten sudah melakukan kunjugan keluarga mertua dan sanak famili, dan penganten wanita setiap kali berkunjung selalu mendapat ONTALAN yaitu dengan pemberian uang dan ucapan

wisata kuliner sumenep punya

1 komentar
Kalau di kota buaya Surabaya makanan lima ribuan adalah makanan yang paling murah. Beda halnya di Sumenep, Madura. Dengan Rp4.500 sudah bisa menyantap makanan khas Madura yang kebanyakan orang menyebut KalSot (Kaldu Soto).
Untuk mendapatkannya, juga tidak suAlit jika pernah datang ke kota ujung timur pulau garam Madura, tepatnya di Jalan Zainal Arifin kota Sumenep atau sebelah timur Hotel Wijaya II. Banyak orang menyebutnya, Warung Pak Abi.
Kalsot merupakan makanan khas Madura. Sehingga masyarakat Sumenep sepertinya sudah kental dengan warung Pak Abi itu. Pembelinya dari semua kalangan, yakni anak-anak, remaja, masyarakat umum, pejabat. Bahkan, para tamu dari luar Madura.
Aktifitas di warung yang bersebelahan dengan sebuah dialer mobil bekas itu sangat ramai. Apalagi hari Minggu. Mereka ingin merasakan menu makanan ciri khas Madura. Sebab, di warung itu, tidak hanya menyediakan kalsot, tapi berbagai macam jenis makanan khas Madura lainnya tersedia dengan harga murah dan rasanya mantap.
Kalsot itu sendiri, terdiri dari bubur kacang hijau dengan aroma daging yang kental (soalnya ada kikilnya) serta di beri semacam apa ya namanya, itu... seperti gorengan ketela (kurkit kali, he he) di dalamnya dan dicampur dengan sedikit bawang merah dan seledri.
Mungkin untuk yang baru pertama kali mencicipi atau melihat makanan khas Madura itu, agak jijik. Tapi percaya deh, rasanya mantep banget!.
Kalau suka pedas, diberi sambel juga tambah ok! Tapi untuk makan ini jangan pernah bermimpi seperti direstoran yang bersih dan nyaman seperti di Surabaya lho. Ya... biasa namanya warung, tapi cukup nyaman untuk tempat makan seperti hari Minggu ini.
Ada lagi makanan di warung Pak Abi ini yang digemari pengunjung, Kalau di Surabaya banyak sekali kita temui Tahu Campur. Di Sumenep Tahu Campur ada di Pak Abi! Sebenarnya pak Abi ini menjual tidak hanya tahu campur saja, tapi juga bakwan dan gado-gado.
Tapi, tahu Campurnya Pak Abi ini memang khas lho! Yang membuat khas yakni ada bakso kotaknya sebagai isi dari tahu campur itu sendiri selain isi tahu campur yang lain yang biasa kita makan.
Nah... habis ngomongin makanan, kita pindah ke minuman! Kalau mau minum es teler ala Madura, tinggal pergi ke alun-alun kota. Disana bisa membeli es teler yang biasa keliling. Tapi jangan heran ya ketika membelinya. Soalnya es telernya beda dengan es teler Surabaya.
Warnanya nggak merah muda, tapi putih "soalnya pakai santan" lalu isinya juga biasa saja "maklum kan murah". Ada nangka, cincau, rumput laut, jelly, serta mirip dawet tapi warnanya merah muda, semangka dan manisan anggur.
Masalah kebersihan, jangan khawatir, dijamin halal dan nggak bikin sakit perut! Mau coba? datang aja ke Kota Sumenep yang semakin cantik

Sabtu, 27 November 2010

laguqw lagu madura

0 komentar
Hai guys,,,,,! Thanks uda sempetin baca artikel aku ini, g’ cukup bagus sih, tapi lumayan menarik untuk dibaca.
Kita ini remaja, dan kebanyakan remaja itu menyukai yang namanya, musik dan nyanyi, semua remaja kebanyakan menyukainya, namun yang disayangkan adalah, para remaa lebih bangga menyanyikan lagu manca negara dibanding lagu miliknya sendiri, padahal Indonesia memiliki banyak macam kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya, dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia sangat beragam, apalagi soal jenis musik, dan lagu, tak kalah bagusnya dengan musik dan lagu mancanegara, apalagi di pulau tercinta kita ini, PULAU MADURA, Madura memiliki banyak sekali budaya yang unik menarik dan layak di promosikan.
Begitupula soal musik dan nyanyian, madura memliki banyak sekali seniman hebat ang mampu menciptakan lmusik dan nyanyian yang hebat, namun sayang antusiaame masyarakat Madura dirasa masih kurang, mungkin hanya sebagian yang masih menyukai musik dan nyanyian madura, dan yang masih menyukainya itu kebanyakan orang-orang dewasa. Sedangkan remaja madura sudah tidak peduli, bahkan adapula yang sudah tidak tahu sama sekali tentang musik dan nyanyian madura.

Hal ini dirasa sangat memprihatinkan, karena kalau bukan remaja, siapa lagi yang akan melanjutkan dan memperkenalkan kepada dewasa madra yang akan dtanga tentang kekayaan yang dimiliki Madura. Dibawah ini beberapa lagu- lagu madura yang sangat familiar:

MALATE POTE
Kembang Malate Pote
Bauna Room Ngapencote
Gi’ Buru E Pettek Dhari Taman Sare
Ropana Cengar Tor Asre
Benya’ Kembang Se Sae
Ta’ Seddha’ Akadhi Malate
Menagka Pangesto Kaator Ka Potre
Se Seddha’ Akadhi Malate


PANGERAN CAKRANINGRAT
Onengnga Panjannangngan Sadaja
Padha Potra E Madura
Ja’ Dhimen Gi’ Bakto Jaman Raja
Bada Kembangnga Naghara
Pangeran Cakraningrat Peng Empa’
Kasebbut Se Dhingkap Juga
Kasatrea Paneka Ampon Nyata
Socce Abilla Nagara
Kasatreya Se Gaga Tanggal Buru
Eji Poji Ta’ Bu Ambu
Para Ngoda Pamodhi Madura
Kembang Buru Ban Sambilangan
Karatonna Eka’ Dhisa’
Mongging Bara’ Lao’na Bangkalan

SOTO MADURA
Bule Paneka Taretan
Oreng Madura
Katana Jaba
Toron Sorbaja
Ajuwalan Soto Madura
Ajuwalan Soto Madura
Soto Madura.... Soto Madura

PAJJAR LAGGU
Pajjar Laggu Arena Pon Nyonaraaa.....
Bapak Tani Se Tedhung Pon Jaga’a
Ngala’ Are’ Solandu’ Tor Capella
Ajalana Kisana Kawajiban
Atataman Mabanyak Hasil Bumin
Mamakmor Nagarana Tor Bangsana

kangean island

0 komentar
sebuah pualu yang berada disebelah timur pulau jawa, untuk menjangkaunyapun tidak begitu sulit, ada kapal sebagai transportasinyya, apalagi ada srarana yang lebih cepat agi dari kapal, yaitu SURAMADU, sebuah jembatan penghubung yang menyatukan pulau madura dan jawa. Jembatan ini adalah salah satu jembatan terpanjang di Asia Tenggrara.

Madura memiliki 4 kabupaten, SAMPANG, BANGKALAN, PAMEKASAN, DAN SUMENEP. Sumenep adalah kabupaten yang ada di paling ujung pulau madura, perekonomian di Sumenep tidak perlu diragukan lagi, masyarakat Sumenep terkenal sangat ramah, Sumenep memiliki kebudayaan yang sangat tinggi, mulai dari yang biasa hingga yang telah familiar, seperti OJUNG, NYADAR, dan masih banyak lainnya.

Sumenep memiliki sebuah kepulauan kecil yang tentu kaya akan budaya yang masih terjaga. PULAU KANGEAN, nama ini sangat familiar bagi orang Sumenep, di kangean terdapat banyak sekali budaya yang asli, dan masih terjaga hingga saat ini, jika pemerintah mau meninjau langsung dan melestarikannya, maka bukan tidak mungkin budaya kangean akan menjadi aset yang tak ternilai harganya, bukan hanya dapat menambah penghasilan kabupaten, namun dapat mengangkat perekonomian masyarat kangean, sekaligus pada tujuan utama yaitu melestarikannya.

Berikut ini beberapa budaya yang terdapat di kangean:
Kandeng dume’
Kendeng kene’. Berupa kesenian yang menggunakan gendang kecil ditabuh untuk mengikuti perlombaan gallu, lari kuda.
Kamrat
Perlombaan kuda ang diikuti kendang kecil /saronen. Kuda dilepaskan dari start ke finish secara bolak balik yang dinilai adalah larinya serta kenca’na. Pemenangnya diberi sapu tangan.
Dangka’
suatu acara berbalas pantun yang dilaksanakan pada waktu panen padi di sawah. Alat untuk memanen dengan ani-ani (ranggapan) laki- laki melempar pantun lalu dijawab oleh perempuan. Acara ini sambil mencari pasangan. Sekarang sudah berubah memakai arit untuk memotong padi dari batangnya
Aokol
Aduan pada bualn purnama dengan menggunakan sarung, yang digunakan sebagai pemukul.
Managin
Kerapan kerbau dilaksanakan setelah musim tanaman padi.
Gellu’
Gulat (akeket) diadu tiap pasng (Barat><Timur) musuhnya dicari dulu ditawarkan apa cocok atau tidak. Kalau sudah cocok bersalaman dahulu langsung bergulat yang diirin gi saronen.
Ngangocor
Pasangan manten ala desa diiringi gamelan/ klenengan yang diiring beberapa penari laki –laki (pihak famili) menuju manten yang duduk bersandingan sambil memberi uang yang ditempatkan di bokor.
Roja/ Slodor
Sesuatu permainanseperti slodor antara 2 kelompok yaitu kelompok yang akan masuk melewati kelompok yang menghalangi pada garis-garis yang ditentukan.
Sumenep, Madura, Indonesia

Rabu, 24 November 2010

SALOPENG BEACH

1 komentar
    Stelah hampir enam bulan menerima materi, di bulan ke enam itulah semua materi yang kita dapat akan di ujikan sebagai tolak ukur, seberapa kuat  penguasaan kita terhadap meateri. Dan setelah tes itu usai, biasanya banyak siswa memilih refresing, sebagai pemulih pikiran yang telah lelah oleh tes. Salah satu hal yang biasanya dilakukan adalah jalan-jalan ke tempat pariwisata, bersama teman atau keluarga.
    Bicara soal tempat wisata, di PULAU MADURA tepatnya di KAB. SUMENEP KEC. DASUK,  tepatnya 15  km dari pusat kota, terdapat wisata bahari yang dikenal dengan PANTAI SALOPENG, di pantai yang di penuhi pohon kelapa ini kita bisa menikmati panorama pantai yang indah dan menawan, angin yang berhembus dapat menenangkan pikiran yang stres setelah ujian.
Wisatawan tidak hanya berasa dari wisatawan lokal, beberapa wisatawan asing culup bnyak pula yang telah mengunjungi pantai salopeng ini.
Letak startegi pantai yang berada di pinggir jalan raya, memudahkan wisatawan dalam menjangkau tempat wiasata ini. Pantai salopeng terkenal dengan bukit pasir putih yang indah, bukit pasir  yang terbetang panjang itu awalnya banyak yang mengekploitasi, namun kini bukit pasir itu mulai dilindungi, dengan dilarangnya mengambil pasir di sekitar pantai, selain untuk keindahan, bukit pasir yang tinggi itu juga dpapat mengurangi dampak bencana alam, seperti tiba-tiba terjadi sunami, sebelum menuju darat air laut tidak akan langsung menuju darat, sebab ada bukit pasir yang  dapat menahan 3 sampai 4 hantaman sunami
    Kini keadaan pantai salopeng mulai lebih membaik, sepanjang bukit pasir putih ditanami bibit tanaman yang dapat mencegah terjadinya pengikisan pasir oleh air laut. Selain itu sarana umum seperti toilet , tempat permainan anak,  tempat berteduh,dan musholla mulai dibenahi, bahkan jumlah toilet mulai ditambah, ini menunjukkan bahwa pemerintah sumenep  menunjukkan perhatiannya terhadap tempat wisata di sumenep.
    Meski keadaan pantai selopeng sudah mulai membaik , namun pasti masih ada saja tangan-tangan tangan jail yang tidak bertanggung jawab merusak beberapa fasilitas.
Kelestarian tempat pariwisata bahari ini bukan hanyapemerintah yang wjaib memperhatikan dan melestarikan, masyarakat sekitar juga harus merasa memiliki, sekaligus merawat dan menjaganya.
    Di pantai slaopeng ini  banyak dijual pula makanan khas madura, khusnya wilayah KAB. SUMENEP dapat dijumpai di pantai ini.

KARATON SUMENEP, SONGENEPQW

0 komentar
       
Kecamatan : Kota Sumenep
Desa : Pajagalan
  1. Nama Jenis Potensi Wisata : Keraton dan Museum Sumenep
  2. Luas Area :
  3. Sarana dan prasarana :
  4. Deskripsi Potensi Wisata :
    Keraton Sumenep terletak di tengah-tengah kota yang dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo I tahun 1762. Bangunan keraton ini mempunyai corak budaya Islam, Cina dan Eropa. Di dalam keraton terletak peninggalan-peninggalan bersejarah seperti Pendopo Agung, kantor KOneng, dan bekas Keraton Raden Ayu Tirto Negoro yang saat ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda kuno. Pendopo Agung sampai saat ini masih dipakai sebagai tempat diadakannya acara-acara kabupaten seperti penyambutan tamu Negara, serah terima jabatan pemerintahan dan acara kenegaraan lainnya. Sedangkan kantor Koneng yang ebrarti kantor raja dahulu adalah ruang kerja Sultan Abdurrachman Pakunataningrat I selama masa pemerintahannya tahun 1811 sampai 1844 Masehi. Selain ketiga ruangan tersebut di kompleks keraton terdapat Taman Sare, yaitu tempat pemandian putri raja yang masih terlihat asri dan indah sampai sekarang. Bagian lain dari keratin Sumenep adalah pintu gerbang Labang Mesem, yang artinya pintu/ gerbang tersenyum yang melambangkan keramahtamahan masyarakat Sumenep terhadap setiap orang yang datang ke keraton.
    Museum terbagi menjadi tiga bagian yang terletak di depan/luar keraton dan di dalam keraton. Bagian pertama, di luar keraton, adalah tempat menyimpan kereta kuda/ kencana kerajaan Sumenep dan kereta kuda pemberian ratu Inggris, yang sampai sekarang masih dapat dipergunakan dan dikeluarkan pada saat upacara peringatan hari jadi kota Sumenep. Bagian kedua dan ketiga terdapat di dalam keraton Sumenep, yang di dalamnya menyimpan alat-alat untuk upacara mitoni atau upacara tujuh bulan kehamilan keluarga raja, senjata-senjata kuno berupa keris, clurit, pistol pedang bahkan semacam samurai dan baju besi untuk perang, al-Qur'an yang ditulis oleh Sulta Abdurrachman, guci dan keramik dari Tiongkok/ Cina yang menggambarkan bahwa pada saat itu terjalin hubungan yang erat antara kerajaan Sumenep dan kerajaan Cina, patung-patung/ arca, baju kebesaran Raja/Sultan, sampai tulang/fosil ikan paus yang terdampar di pantai Sumenep pada tahun 1977.
    Museum ketiga disebut juga museum Bindara Saod karena pada zamannya tempat itu adalah tempat Bindara Saod menyepi, maka disebut juga dengan Rumah penyepian Bindara Saod. Terdiri lima bagian yaitu teras rumah, kamar depan bagian timur, kamar depan bagian barat, kamar belakang bagian timur dan bagian barat.
    Baik Museum, Museum Kantor Koneng dan Museum Bindara Saod, ramai dikunjungi, baik itu wisatawan lokal, maupun mancanegara tiap tahunnya. Adapun tarif biaya masuk keraton cukup murah yaitu Rp. 5000,- per orang sudah dapat menikmati koleksi sejarah keraton Sumenep.
  5. Deskripsi Pengolahan / Pengembangannya
    Walaupun tempat wisata sejarah ini sudah cukup dikenal, pemasangan papan penunjuk lokasi perlu dilakukan oleh Dinas terkait, terutama di dekat terminal Wiraraja, dan di pusat kota Sumenep. Hal ini untuk memudahkan bagi pelancong yang datang dari luar Sumenep, menemukan lokasi tersebut. Sarana mengenalkan objek wisata ini juga perlu diperbanyak, semisal dengan penyebaran pamflet dan brosur, supaya museum dan keraton Sumenep lebih dikenal lagi. Khususnya oleh wisatawan yang datang dari luar kota Sumenep.
 

Linda Maulida Wardiningrum Copyright © 2008 Black Brown Art Template designed by Ipiet's Blogger Template